Cara Menambah Proyek dan Kalender di Primavera

  • Whatsapp

Bismillahirrahmanirrahim – “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Jika Proyek bisa diibaratkan sebagai folder, maka folder proyek ini berada di dalam folder EPS. Selanjutnya WBS serta aktifitas-aktifitas yang dibuat nantinya, akan berada di dalam folder proyek.

Untuk membuat proyek, caranya sebagai berikut:

  • Masuk ke Menu Enterprise -> Projects
  • Klik tombol Add
  • Isikan Project ID. Anda bebas mengisikan Project ID karena ini hanya sekedar data dan tidak akan berpengaruh pada kalkulasi proyek. Pada contoh, isikan dengan EC005011.
  • Isikan Project Name. Kolom ini dapat diisikan dengan teks apa saja (nama proyek) sesuai kebutuhan. Pada contoh, isikan dengan Haitang Corporate Park. Selanjutnya klik tombol Finish.

Note: Pilihan lain, Anda juga bisa melanjutkan mengisi data-data Proyek dengan mengklik tombol Next.

Project Wizard Primavera
  • Selanjutnya pada bagian Detail Proyek tab Dates, isikan Project Planned Start.Pada contoh isikan dengan tanggal 1 Juli 2021.Tanggal ini bisa diubah jika diperlukan nantinya. Set Data Date sama dengan tanggal mulai proyek (Project Planned Start) yaitu 1 Juli 2021.

Setting Project

Create Project Calendar

Hal yang perlu Anda lakukan setelah menambahkan proyek yaitu membuat Project Calendar, setelah itu memilih Project Calendar untuk proyek.

Sebelum membuat Calendar Proyek, Anda sudah harus menentukan jumlah hari kerja dalam seminggu dan jumlah jam kerja yang akan digunakan dalam sehari. Misalkan 8 jam per hari selama 7 hari dalam seminggu. Atau 5 hari kerja dalam seminggu dengan waktu kerja 8 jam per hari.

Pada contoh ini, kita akan menggunakan 5 hari kerja dalam seminggu dengan waktu kerja 8 jam per hari. Jam kerja per hari dari jam 8.00 ke jam 17.00. Hari libur pada saat proyek berlangsung terdapat pada tanggal: 29 March 2022, 28-29 April 2022, 9 May 2022, 4 July 2022, 29 March 2023, 28 April 2023, 1 May 2023, 9 May 2023, 4 July 2023.

Cara membuat Project Calendar:

  • Buka Proyek yang ingin Anda buatkan kalender. Dalam contoh ini kita buka proyek yang sudah kita buat sebelumnya. Buka proyek dengan Project ID EC005011.

Caranya: klik kanan -> klik Open Project.

  • Masuk ke menu Enterprise -> Calendars…
Create Project Calendar

Pada tampilan berikut nya Anda bisa memilih peruntukan Calendar. Jika Anda pilih:

Global : Calendar dapat digunakan untuk semua project dan resource.

Resource : Calendar hanya dapat digunakan pada resource tertentu. Saat ini abaikan saja pilihan ini.

Project : Calendar hanya dapat digunakan oleh project yang sedang Anda buka. Calendar Anda tidak bisa digunakan oleh proyek lainnya.

Jadi untuk keperluan calendar proyek saat ini, Anda bisa memilih Global atau Project.

Create-Proyek-in-Primavera

Pada contoh ini, kita akan memilih pilihan Project. Selanjutnya klik tombol Add.

Selanjutnya akan muncul jendela Select Calendar To Copy From.

Pilih Calendar mana yang akan Anda copy. Pilih kira-kira yang paling sesuai dengan proyek Anda. Calendar yang Anda pilih ini nantinya dapat Anda edit sesuai kebutuhan.

Pada contoh ini pilih calendar Corporate – Standard Full Time. Beri nama kalender 5 days workweek w / basic holidays – practice.

Untuk mengedit kalender, pilih calendar, lalu klik tombol Modify…

Selanjutnya pilih Detailed work hour/day. Setelah itu klik pada Workweek…

Pilih hari kerja: Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday.

Pada jendela Calendar Weekly Hours, pilih jam kerja 8.00-12.00 dan 13.00-17.00, setelah itu klik tombol Work. Jam istirahat pilih 12.00-13.00, setelah itu klik tombol Nonwork.

Buat jam kerja pada hari Minggu dan Sabtu menjadi Nonwork.

Setelah selesai menentukan jam kerja, klik tombol OK.

Untuk membuat hari-hari libur, kembali ke jendela Project Calendar: 5 days workweek w / basic holidays – practice.

Pada tanggal-tanggal libur yang telah ditentukan, yaitu diawali pada tanggal: 3 Januari 2022, klik Nonwork. Lanjutkan cara yang sama pada tanggal 29 March 2022, 28-29 April 2022, 2 May 2022, 9 May 2022, 4 July 2022.

Setelah calendar dibuat, kembali ke hirarki Project. Pilih proyek yang sudah Anda buat sebelumnya (Project ID EC005011). Pilih calendar 5 days workweek w / basic holidays – practice pada jendela Select Default Project Calendar.

Sebagai catatan, pilihan calendar pada proyek ini akan berdampak pada pilihan calendar pada saat Anda membuat aktifitas baru. Secara default calendar aktifitas akan sama dengan calendar proyek. Jika diperlukan, Anda dapat merubah calendar pada aktifitas sesuai dengan kebutuhan Anda.

Memilih Tipe Durasi (Duration Type) pada Project

Untuk memilih tipe durasi, Anda perlu mengerti apa saja pilihan Duration Type yang ada, yaitu:

Fixed Duration & Units

Example:

10 days to built 100 units. With this example P6 would decide that you must produce 10 units/day with the activity not started. Now let’s say the activity is a day in and only  1 build, this means 9 units which were not build are now spread over remaining 9 days, meaning you must now produce 11 units/day for the remaining 9 days. P6 will not extend the duration by a day to allow for the 9 missing to built. You must increase productivity (units/day) to achive the 100 units target.

Biasanya tipe durasi ini digunakan untuk aktifitas tipe Task Dependent.

Fixed Duration and Units/Time

Example:

A production line knows, it can produce so many units a day for so many days & this decides the total units produced. This would be used when the total output required is unknown and is decided by how much can be produced in a day and over how many days.

Biasanya tipe durasi ini digunakan untuk aktifitas tipe Task Dependent.

Fixed Units

Example:

A site needs to be demolish 100 units, but there is no spesific deadline to do so. This means P6 will dictate the ammount of units to demolish/day according to duration and vice versa. This is essentially the example of the production line with a never ending total unit with the expected that fixed unit limits the production. So whilst the duration and units/time will change the target total units is set and one achieved the activity completed.

Biasanya tipe durasi ini digunakan untuk aktifitas tipe Resource Dependent.

Fixed Units/Time

Example:

A factory line products 10 units/day and will continue to untill its stopped. So with duration of 10 days they will produce 100 units, change that to 20 days and the will produce 200 units. Change the budget units to 100 and the duration drops down to 10 days.

Biasanya tipe durasi ini digunakan untuk aktifitas tipe Resource Dependent.

Table pilihan tipe durasi proyek:

        Where:

         O : Changing

         V : Impact/ change

         X : Remaing Fix

Untuk memilih tipe durasi, klik tab Defaults.

Pada contoh ini pilih Duration Type: Fixed Duration & Units

Sebagai catatan, pilihan Duration Type pada proyek ini akan berdampak pada pilihan Duration Type pada saat Anda membuat aktifitas baru. Secara default tipe durasi aktifitas akan sama dengan tipe durasi proyek. Jika diperlukan, Anda dapat merubah Duration Type pada aktifitas sesuai dengan kebutuhan Anda.                  

Memilih Percent Complete Type

Ada 3 pilihan % Complete Type yang bisa Anda pilih, yaitu:

Duration

Pilihan ini diambil jika aktifitas Anda menggunakan rencana durasi yang tetap (fix) untuk menyelesaikan target pekerjaan. Jika terjadi keterlambatan, Anda perlu menambah produktifitas kerja untuk mengejar target durasi.

Aktifitas dianggap selesai jika persentasi durasi telah mencapai 100%.

Pada Primavera Aktifitas dianggap selesai jika kolom Duration % Complete pada aktifitas telah 100 %.

Physical

Pilihan ini diambil jika aktifitas Anda menggunakan rencana target fisik yang tetap (fix) untuk menyelesaikan target pekerjaan.

Aktifitas dianggap selesai jika persentasi fisik telah mencapai 100 %.

Pada Primavera Aktifitas dianggap selesai jika kolom Physical % Complete pada aktifitas telah 100 %.

Units

Pilihan ini diambil jika aktifitas Anda menggunakan rencana target unit yang tetap (fix) untuk menyelesaikan target pekerjaan.

Aktifitas dianggap selesai jika persentasi unit (produk) telah mencapai 100 %.

Pada Primavera Aktifitas dianggap selesai jika kolom Unit % Complete pada aktifitas telah 100 %.

Pada contoh ini, pilih Percent Complete Type Physical.

Mengkonfigurasi cara penomoran Activity ID

Anda bisa membuat Auto numbering pada Activity ID. Dengan isian sebagai berikut:

Activity ID Prefix: Merupakan awalan dari ID Activity yang Anda buat.

Pada contoh ini isikan dengan HP.

Activity ID Suffix: Merupakan akhiran dari ID Activity Anda.

Pada contoh ini isikan dengan 1000.

Incerement: Merupakan penambahan angka pada ID Activity Anda. Ketika Anda menambahkan aktifitas baru, maka secara otomatis primavera akan menambahkan sejumlah angka sesuai yang Anda isikan pada kolom Increment.

Pada contoh ini isikan dengan 10.

Contoh hasil auto-numbering Activity ID:

Jika diperlukan Anda masih dapat mengubah Actvity ID yang sudah dibuat sebelumnya. Misal Actvity ID HP1000 Anda ubah menjadi DSG1000. Selama Anda mengubah Activity ID menjadi tetap unik (tidak duplikat), Anda dapat mengubahnya.

Baca juga: Tutorial Step by Step Primavera

Gravatar Image
  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *